Program Penguatan UMKM Sektor Peternakan melalui Digital Marketing serta Pengelolaan Limbah Ternak oleh Mahasiswa KKN UNDIP di Desa Lawu, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo
Sukoharjo, Dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi peternakan yang cukup besar. Berbeda dari peternakan komersial pada umumnya, sebagian besar warga memelihara ternak sebagai bentuk tabungan jangka panjang atau dipelihara saja. Namun, terdapat beberapa pelaku usaha yang mulai menjadikan ternak sebagai sumber penghasilan utama dan sudah mulai memanfaatkan media sosial untuk media promosi, tetapi penggunaannya belum optimal sehingga jangkauan pasarnya masih terbatas.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN R Tim II Undip menginisiasi program kerja yang berjudul “Penguatan Ekosistem Kewirausahaan melalui Digital Marketing”. Program ini menyasar dua usaha pelaku peternakan sebagai kelompok dampingan utama. Pada (10/8), mahasiswa memberikan pendampingan langsung terkait pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai etalase produk, serta penerapan Google Form sebagai sistem pemesanan yang terintegrasi. Selain itu, pendampingan juga mencakup penyusunan konten promosi yang menarik dan pencatatan keuangan sederhana agar usaha ternak dapat dikelola dengan terstruktur hingga pengelolaan limbah pada ternak.
Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha, mulai dari meluasnya target market, peningkatan branding produk, hingga kemudahan dalam mengelola pesanan dan transaksi. Bagi masyarakat sekitar, program ini diharapkan dapat menjadi contoh yang bisa menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. Program yang dibawakan juga memberikan arahan dalam mengelola limbah ternak sehingga dapat menjadi upaya pencegahan pencemaran mengingat lokasi usaha yang dekat dengan sawah dan saluran irigasi.
Pengelolaan limbah yang dilakukan diharapkan dapat membuka peluang untuk pelaku usaha dalam pengelolaan limbah ternak menjadi produk sampingan yang bisa diperjualbelikan kembali. Selain ditujukan untuk dijual, hasil fermentasi yang dilakukan pada limbah cair dari ternak dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha sendiri dalam kegiatan pertanian maupun perkebunan. Pengelolaan limbah terhadap limbah cair peternakan dapat membantu pelaku usaha dalam meminimalisir adanya bau menyengat yang dihasilkan dari penumpukan limbah tersebut.
Program tersebut dilaksanakan secara kolaboratif oleh mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Fathu Jundana dari Manajemen berperan dalam penguatan branding dan pemasaran usaha peternakan, sementara Lathifa Rasyi Ghaniyanaafi dari Ilmu Komunikasi mendukung digitalisasi pemasaran melalui optimalisasi media sosial, konten promosi, dan pemanfaatan Google Form. Cahyo Wisanggeni dari Statistika berkontribusi dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan sederhana berbasis digital.
Dari bidang lainnya, Marcella Claudi Loing dari Manajemen Sumber Daya Perairan turut memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah ternak dan sanitasi dasar. Sulaibatul Aslamiyah dari Bahasa Asing Terapan mendukung penyusunan Digital Glossary Bisnis, sedangkan Ammar Akram dari Hukum memberikan edukasi terkait aspek legalitas dan dasar hukum pengelolaan limbah peternakan. Naily Zulfatil Jannah dari Administrasi Publik membantu penyusunan alur dan prosedur pengelolaan limbah agar dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Sementara itu, Theodora Wilhelmina Raisa Sibarani dari Psikologi berkontribusi melalui pembuatan media promosi kreatif berupa video marketing sektor peternakan. Salwa Makiya dari Gizi mendukung pengembangan diversifikasi produk melalui pengolahan hasil perikanan lele menjadi produk bernilai tambah yaitu nugget lele, sedangkan Aliya Lutfi Rakhmawati dari Sastra Indonesia berperan dalam penyusunan copywriting dan caption promosi untuk mendukung komunikasi pemasaran produk.
Salah satu pelaku usaha yang menjadi sasaran program, Rus, mengaku “Iya pengelolaan limbahnya ini memang yang sedang diusahakan, supaya bisa dimanfaatkan juga hasil kotoran ternak” (10/08/26). Rus merupakan peternak bebek yang bertempat tinggal di Dukuh Duren, Desa Lawu. Peternakan Rus juga berada di belakang tempat tinggalnya yang biasanya berisikan 1000-2000 ekor bebek. Usaha Rus memiliki fokus pada produksi telur bebek mentah, telur asin omega, dan yang tak kalah menarik Rus juga memproduksi kerupuk telur asin. Melalui pengakuan Rus, beliau sudah melakukan tindak lanjut terhadap limbah cair yang asalnya dari peternakan bebek yang dimilikinya yaitu berupa pengaliran menuju ke penampungan, sehingga sangat diperlukan pelaksanaan tahap berikutnya yang berupa fermentasi agar dapat dialihkan menjadi pupuk cair (POC).
Hal senada juga disampaikan oleh Dedy, yang merupakan peternak ayam dan juga aktif pada sektor perikanan. Intervensi yang dilakukan Tim KKN Universitas Diponegoro terhadap usaha Dedy berupa arahan pengelolaan limbah, kemudian pengenalan branding, dan terdapat arahan penggunaan Google Form untuk pelanggan. Selain itu, anggota tim juga mengenalkan pengaturan keuangan yang dilakukan secara digital. “Ya kalau seperti ini akan membantu untuk catatan keuangan ya” ujar Dedy (13/08/26). Program ini dilakukan untuk dapat membantu pelaku usaha dalam hal pemasaran dan juga pencatatan keuangan, yang juga membantu dalam hal pengelolaan limbah. Dedy menjadi salah satu pelaku usaha yang aktif dalam kegiatan perikanan yang tengah membudidayakan ikan lele yang memiliki rencana untuk memperluas sektor budidaya perikanan ke ikan gurame. Salah satu anggota tim juga memberikan arahan dan masukan dalam pengelolaan kualitas air kolam dan pengelolaan dalam mendukung pertumbuhan ikan yang ditebar pada kolam yang dimiliki.
Program ini dijalankan dengan tujuan untuk memajukan UMKM yang ada di Desa Lawu dalam sektor peternakan. Sektor peternakan di Desa Lawu menjadi sektor yang dirintis perlahan oleh beberapa penduduk di Desa Lawu yang cenderung masih berkecimpung di sektor pertanian. Melalui program kerja ini kami mengharapkan adanya suatu perkembangan dalam sistem pemasaran, sistem penjualan dan keuangan, serta pengelolaan limbah yang dilakukan untuk tetap menjaga lingkungan di Desa Lawu tidak tercemar dan tetap terjaga.
Program “Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Peternakan Desa Lawu melalui Digital Marketing” juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini terutama mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kapasitas pelaku usaha peternakan dalam branding, pemasaran digital, dan pengembangan potensi usaha. Selain itu, pemanfaatan inovasi dan teknologi digital dalam pemasaran turut berkaitan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure.
Penulis/Reporter: Mahasiswa Tim II KKN-R UNDIP 2026 Desa Lawu
Fotografer: Tim PDD KKN-R UNDIP 2026 Desa Lawu
Kontak Media/Humas Kelompok
Instagram: @kkndesa.lawu